Site Overlay

FROM EMPEROR TO CITIZEN THE AUTOBIOGRAPHY OF AISIN-GIORO PUYI PDF

Placed on the throne in at the age of two, Aisin-Gioro Pu Yi became the tenth ruler of the Ch’ing Dynasty and the last From Emperor to Citizen: The Autobiography of Aisin-Gioro Pu Yi. Front Cover. Puyi, William John Francis Jenner. LibraryThing Review. User Review – tonynetone – LibraryThing. Last Emperor of China by Pu Yi (Author) () Last Emperor of China 1 July – 12 July. Puyi or Pu Yi of the Manchu Aisin Gioro clan, was the last Emperor of China and the twelfth and Behr p. ; ^ Pu Yi; Jenner, W.J.F. (). From Emperor to Citizen: The Autobiography of Aisin-Gioro Pu Yi. Oxford University Press. pp.

Author: Vunris Shahn
Country: Kazakhstan
Language: English (Spanish)
Genre: Education
Published (Last): 15 August 2012
Pages: 42
PDF File Size: 12.77 Mb
ePub File Size: 16.1 Mb
ISBN: 514-4-71528-810-5
Downloads: 52918
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Melmaran

Goodreads helps you keep track of books you want to read. Want to Read saving…. Want to Read Currently Reading Read. Refresh and try again. Open Preview See puy Problem?

Thanks for telling us about the problem.

Return to Book Page. From Emperor To Citizen: Hardcoverpages. Published by Foreign Languages Press first published To see what your friends thought of this book, please sign up. To ask other readers questions about From Emperor To Citizenplease ghe up. This question contains thd view spoiler [what are two examples of emphesisum in this book? Ths 1 question about From Emperor To Citizen…. Lists with This Book.

May 28, Hadrian rated it it was ok Shelves: This is one of those occasions where the movie is better than the book. The Last Emperor of China had an interesting life, even if he had little say in it.

He was the emperorr remnant of an absolute monarchy which had existed in various emleror with some interruptions since the time of Alexander the Great. He ended his life as a gardener and a citizen of the People’s Republic of China after the Cultural Revolution. For much of his life, however, he had no power at all, even if he had some wealth.

He This is one of those occasions where the movie is better than the book. He was citixen shy bird in a gilded cage. He is a child emperor taken away from his parents and locked inside the Forbidden City. He is forced to abdicate. He lives for a while as a rich playboy in a foreign-controlled city. Then he is given a chance to be an ’emperor’ again, but this time in a Japanese-controlled puppet state in Manchuria.

World War II comes, he is captured by the Communists, ‘rehabilitated’, then lives out the rest of his days as just another man in Beijing. The movie draws from the book, though it barely shows.

Pu Yi is a fair author. He has a strong memory for faces and other details, and won’t avoid his own youthful mistakes.

He seems to even express regret over how spoiled and cruel he was. But there are some things here not in the movie, and vice versa.

The love plot in the center of the movie does not exist here.

  HIDROPS FETAL NO INMUNE PDF

Many of the infighting with eunuchs and warlords is cut out of the film. The main difference in the end of the book is Pu Yi’s unending praise for the Maoist system, and how kind the guards were to him.

The movie is more ambivalent. This is likely why the book was published at all. The old emperor would be a success story for the political ‘rehabilitation’ system. But now this brings up the question of the unreliable narrator. If he recognized that he was a puppet as an emperor of China and Manchuria, would he be a puppet as just another citizen in Beijing?

Is aiisin-gioro aping his past appearances to save face with the rest of the regime, or is he truly happy to not be an emperor any more?

From Emperor to Citizen: The Autobiography of Aisin-Gioro Pu Yi ISBN:

I don’t think we’ll ever know. The translation is in the old Wade-Giles style, and thus hard to read. Some major terms are left without translation – the Boxers of the Boxer Rebellion are left as the ‘I ho chuan’ movement.

Seorang lelaki tua berkaca mata dengan perawaan kurus berjalan tertatih-tatih menuju sebuah singgasana kerajaan yang ditutupi kain merah. Lelaki tua itu memandangi kursi dengan penuh perasaan, lalu perlahan mendekati kursi, nyaris melewati tanda dilarang mendekat setelah sebelumnya menengokkan kepala ke kanan dan kiri memastikan tidak ada seorang pun yang memperhatikan dirinya.

Lelaki tua itu tertawa dan menjawab kalau dahulu ia pernah duduk di kursi itu. Sebagai bukti, lelaki tua itu mengatakan bahwa dahulu ia pernah menyembunyikan sebuah bambu berisi jangkrik di balik bantal yang tersusun sebagai alas di kursi tersebut. Sudah pasti si anak kecil tidak mempercayainya. Untuk membuktikan ucapannya, lelaki tua berkaca mata itu merogoh ke balik bantal yang diletakkan disana. Saat menarik tangannya, terlihat sebuah bambu berisi jangkrik yang mengeluarkan suara.

Diberikannya bambu tersebut ke anak kecil yang memandangnya dengan takjub! Sepenggal adegan dari Film The Last Emperor membekas di benak saya hingga saat ini.

Mungkin adegannya tidak tepat begitu, namun itulah yang terekam di ingatan saya. Pandangan syahdu lelaki tua berkaca mata kearah singgasana sungguh menyayat hati. Maklum sebagai anak yang besar di kota saya hanya tahu kalau jangkrik berbunyi di malam hari. Tidak mengerti kalau ada cara untuk membuat jangkrik berbunyi. Yang ada di kepala saya, adalah perasaan kagum, hebat sekali lelaki tua itu!

Memerintah dari tahun sampai Buku ini terdiri dari enam bagian. Isinya menceritakan kisah hidup sejak menjadi kaisar ,tukang kebun dan menjadi anggota kongres dan juru bicara bagi masyarakat Manchu. Saat berusia 2 tahun ia sudah diambil dari keluarganya untuk menjadi kaisar. Bayangkan anak berusia 2 tahun harus mengikuti berbagai macam seremonial yang sangat melelahkan. Dan jika ia menangis, bukan penghiburan yang diperoleh justru omelan yang diperolehnya.

Para kasim bahkan sering mendorongnya ke dalam sebuah kamar dan membiarkannya menangis dan menjerit-jerit hingga berhenti sendiri. Pertumbuhan psikologisnya sangat menyedihkan. Ia tidak pernah diajari mana yang benar dan salah. Yang perlu dihormati hanyalah orang-orang tertentu saja. Banyak orang yang melakukan kowtowtindakan menghormati yang ditunjukkan dengan cara membungkuk begitu rendah hingga kepala menyentuh tanah.

  ANDRES CAICEDO INFECCION PDF

Setiap saat, Sang Putra Langit disapa dengan sebutan Yang Mulia, Baginda, sehingga mereka yang tidak menyapanya dengan sebutan tersebut akan dianggap bersikap kurang ajar oleh Sang Putra Langit.

From emperor to citizen : the autobiography of Aisin-Gioro Pu Yi

Belum lagi sejumlah kenakalan yang dilakukan hanya karena iseng. Ia mampu memberitahu Kaisar mana yang betul aman yang salah, melarangnya melakukan suatu kenakalan.

Untungnya ia bukan wanita yang ambisius, sehingga tidak ada keinginan untuk mengendalikan sang kaisar seperti yang sering dilakukan oleh para ibu susu. Mungkin benar, walau bukan ibu kandung namun air susu mampu mendekatkan seorang ibu dengan anak susunya. Perkenalannya dengan Johnston tutornya dari Inggris memiliki cerita tersendiri. Saat pertama kali bertemu, Sang Putra Langit duduk di singgasana sambil menerima Johnston yang memberikan penghormatan dengan membungkukkan badan lalu mereka bersalaman.

Selanjutnya ganti sebagai penghormatan Sang Putra Langit membungkuk memberi hormat kepada sang tutor lalu pelajaran segera dimulai. Johnston tidak hanya menjadi tutor bagi Pu Yi, namun juga mempengaruhinya dalam banyak hal, seperti mencarikan nama asing, berpakaian ala barat, memelihara anjing, mengenal berbagai macam produk barang seperti telepon, berlian, hingga permainan tenis.

Pu Yi menganggap tutornya adalah orang barat yang paling pintar. Pu Yi bahkan memotong rambutnya karena mendengar komentar Johnston yang bernada mencela Saat kecil Pu Yi mendapat perlakuan istimewa. Setelah dewasa, kehidupan megahnya justru berakhir dengan mengenaskan. Selama masa tahanan di Rusia, tidak ada pelayanan yang disediakan untuk dirinya.

Beruntung masih ada anggota keluarga yang mau melayaninya, mulai dari membersihkan tempat tidur, membawakan makan hingga mencucikan baju. Walau pemerintah memberikannya perlakuan khusus serta memperlakukannya dengan hormat, namun Pu Yi mengalami masa yang sulit karena terbiasa hidup dilayani. Misalnya saja ia kebingungan siapa yang akan membawakan mangkuk nasinya.

Maklum selama hidupnya ia hanya tahu beres saja. Untung adik iparnya mau membawakan nasi untuknya juga mencucikan baju.

Belakangan walau sudah menyerahkan banyak hartanya untuk menunjukkan itikad baik, Pu Yi tetap harus mencuci dan menambal pakaian serta membetulkan kaca matanya yang rusak sendiri. Bahkan sekarang semua orang hanya memanggil namanya dan dia harus datang saat dipanggil.

Penderitaan Pu Yi berakhir pada 4 Desember saat menerima grasi khusus. Tanggal 9 ia sudah tiba kembali di Bejing, kampung halaman yang selama 35 tahun lebih ditinggalkannya. Ia menikmati kehidupan barunya dengan berjalan-jalan mengelilingi kota, terheran-heran melhat berbagai perubahan yang terjadi.

Termasuk saat adiknya memanggil dengan sbutan kakak tertua sebutan yang dahulu tidak kan pernah mereka gunakan. Saat itu merupakan saat yang paling membahagiakan bagi dirinya. Saat memberikan suara, ia merasa menjadi orang yang paling kaya di dunia. Apalagi saat ia berhasil membeli sebuah rumah untuk ditinggal bersama istri barunya Li Shu-hsien.

Ia tidak akan pernah melupaka perjuangan mendapatkan itu semua. Banyak hal yang menarik juga bisa ditemui dalam buku ini.